Membuat permintaan
Cara membuat permintaan dengan sopan (dan tidak terlalu sopan)
Pada bab sebelumnya kita telah mempelajari salah satu teknik agar orang melakukan sesuatu demi kita. Namun, nuansa yang terkandung pada bab sebelumnya adalah memohon kebaikan orang lain ("akankah kamu melakukan X?"). Di bab ini, kita akan mempelajari cara membuat permintaan yang lebih langsung. Dengan kata lain, kita akan belajar cara mengatakan "tolong lakukan X". Yang akan pertama kali kita pelajari adalah cara yang paling umum, yaitu dengan menggunakan konjugasi khusus verba 「」 dan yang lebih tegas yaitu 「」. Terakhir, demi kelengkapan pembahasan kita akan mempelajari bentuk perintah yang merupakan bahasa keras. Kamu bisa mengabaikan bagian terakhir tersebut, kecuali kalau kamu penggemar berat manga, dorama, atau anime.
「~」- konjugasi khusus dari 「」
「」 adalah konjugasi khusus dari 「」, yang merupakan bentuk hormat dari 「」. Kita akan belajar lebih lanjut tentang bahasa hormat dan rendah diri di bab lain. Kita akan membahas 「」 di sini karena artinya agak berbeda dari
「」 maupun 「」.
「」 berbeda dengan 「」 seperti ditunjukkan pada contoh berikut:
(1) を。- Tolong berikan itu.
(2) を?- Bisakah kamu memberiku itu?
Seperti bisa kamu lihat, 「」 adalah permintaan langsung sedangkan penggunaan 「」 lebih ke arah bertanya. Namun sama seperti 「」, kamu bisa membuat permintaan hanya dengan menempelkannya ke bentuk-te verba.
(1) で。- Tolong tulis dalam kanji.
(2) 。- Tolong bicara perlahan.
Aturan untuk permintaan negatif juga sama seperti aturan pada penggunaan 「」.
(1) をで。- Tolong jangan mencorat-coret.
(2) に。- Tolong jangan datang ke sini.
Pada pembicaraan santai, seringkali 「」 dibuang.
で。- Tolong bicara dalam bahasa Jepang.
を。- Tolong pinjami aku penghapus.
にで。- Tolong jangan pergi ke tempat yang jauh.
Bagi mereka yang ingin terdengar lebih memerintah dan kecowok-cowokan, bisa juga digunakan 「」 dengan 「る」 dibuang.
で。- Bicara dalam bahasa Jepang!
を。- Pinjami aku pengapus!
にで。- Jangan pergi ke tempat yang jauh!
Karena 「」 seperti bentuk-masu harus selalu muncul di akhir kalimat atau klausa subordinat, kamu tidak bisa menggunakannya untuk memodifikasi nomina. Sebagai contoh, kalimat di bawah tidak mungkin menggunakan
「」.
(1) がが。- Jam yang diberi ayah rusak.
Tentu saja, karena kutipan langsung hanyalah mengulang apa yang dikatakan orang apa adanya, kamu bisa memasukkan apapun ke dalam kutipan langsung.
(1) 「を」とが。- Ayah mengatakan, "Tolong berikan itu"
Menggunakan 「~」 pada permintaan santai
Versi santai 「」 yang umumnya digunakan perempuan adalah 「」. Dia selalu ditulis menggunakan hiragana. Kanjinya hanya digunakan di ungkapan yang sangat formal seperti 「」. Tidak perlu banyak penjelasan, karena secara tata bahasa aturannya sama seperti 「」.
Contoh
(1) を。- Tolong berikan sendok.
(2) にを。- Tolong tulis namanya di sini.
Menggunakan 「~」 untuk permintaan tegas namun sopan
「」 adalah konjugasi khusus bentuk hormat 「」. Ini adalah cara yang lembut namun sekaligus tegas untuk memerintah orang. Contoh penggunaannya misalnya saat seorang ibu memarahi anaknya atau saat seorang guru memerintah murid yang tidak memperhatikan.
Tidak seperti 「」, 「」 hanya bisa digunakan untuk verba positif dan menggunakan akar verba, bukan bentuk-te. Dia juga tidak bisa berdiri sendiri namun harus selalu menempel ke verba lain.
Menggunakan 「」 untuk membuat permintaan tegas namun sopan
- Ubah verba ke akarnya lalu tempelkan 「」
- 例) →
- 例) → →
- 例) → →
Contoh
(1) !- Dengar baik-baik!
(2) に。- Duduk di sini.
Kamu juga bisa membuang 「さい」 dari 「」 untuk membuatnya terdengar sedikit lebih santai.
(1) から、。- Masih ada banyak, jadi makan yang banyak.
(2) でとなら、なよ。 - Kalau kamu merasa OK dengan itu, silahkan lakukan.
Bentuk perintah
Kita akan membahas bentuk perintah agar semua konjugasi verba dibahas dengan lengkap. Sebetulnya kamu akan sangat jarang menjumpai bentuk perintah di kehidupan nyata karena orang Jepang umumnya terlalu sopan untuk menggunakannya. Lalu, gaya bicara ini hampir tidak digunakan oleh perempuan yang lebih cenderung memilih 「」 atau mengucapkan 「」 secara emosional saat marah atau kesal. Kegunaan utama mempelajari bentuk ini hanyalah untuk memahami media seperti komik dan film. Mungkin kamu sudah sering mendengar 「!」 ("Mati kau!") di film atau manga, yang tentunya tidak pernah kamu dengar di kehidupan nyata. (semoga!)
Catat bahwa selain 「」 dan 「」, bentuk perintah 「」 juga tidak beraturan.
Aturan membuat bentuk perintah
- verba-ru - Ganti 「る」 dengan 「ろ」
- verba-u - Ganti hiragana terakhir dari suara / u / ke suara / e /
- Perkecualian - 「」 menjadi 「」,
「」 menjadi 「」,
「」 menjadi 「」
Contoh verba-ru
| Dasar | Perintah |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
|
|
Contoh verba-u
| Dasar | Perintah |
ローマ字 | ローマ字 (Per.) |
| |
hanasu | hanase |
| |
kiku | kike |
| |
asobu | asobe |
| |
matu | mate |
| |
nomu | nome |
| |
naoru | naore |
| |
shinu | shine |
| |
kau | kae |
|
|
Verba perkecualian
| Dasar | Perintah |
| |
| |
| |
|
Contoh
(1) に。- Lakukan sesuka kamu! (Terserah deh mau ngapain!)
(2) !- Pergi sana!
(3) を。- Cepat ambilkan aku sake!
Bentuk perintah negatifnya sangat mudah: kamu tinggal menempelkan 「な」 ke verba apapun. Namun ini berbeda dengan gobi 「な」 yang akan kita pelajari belakangan. Intonasinya sama sekali berbeda.
Menggunakan bentuk perintah negatif
- Tempelkan 「な」 ke akhir verba.
- 例) 行く → 行くな
- 例) する → するな
Contoh
(1) をな!- Jangan makan itu!
(2) なをな!- Jangan mengatakan hal-hal aneh!
Jangan juga terbalik-balik antara ini dengan versi singkat 「~なさい」 yang baru saja kita pelajari. Beda utamanya (selain intonasinya yang juga jelas berbeda) adalah bahwa pada 「~なさい」 verbanya pertama diubah ke bentuk akar, namun pada perintah negatif verbanya dibiarkan apa adanya. Sebagai contoh, untuk 「」, 「」 adalah versi pendek dari
「」 sedangkan 「な」 adalah perintah negatif.