| ← Bab Sebelumnya (Pengandaian) | | Daftar Isi | | Bab Berikutnya (Keinginan dan Saran) → |
(1) ここに入ってはいけません。
- Kamu tidak boleh masuk ke sini.
(2) それを食べてはだめ!
- Jangan makan itu!
(3) 夜、遅くまで電話してはならない。
- Kamu tidak boleh menggunakan telepon sampai larut malam.
(4) 早く寝てはなりませんでした。
- Tidak diperbolehkan tidur cepat.
Beda yang pertama antara 「だめ」、「いけない」、dan 「ならない」 adalah bahwa 「だめ」 terdengar santai. 「いけない」 dan 「ならない」 pada dasarnya sama, tapi 「ならない」 lebih untuk hal-hal yang berlaku untuk banyak pihak seperti aturan dan kebijakan.
● Metode pertama tata bahasanya sama seperti pada kasus "tidak boleh", hanya saja verbanya kita buat negatif.
(1) 毎日学校に行かなくてはなりません。- Harus pergi ke sekolah setiap hari.
(2) 宿題をしなくてはいけなかった。- Harus mengerjakan PR.
● Cara kedua menggunakan pengandaian alami yang kita pelajari di bab sebelumnya. Secara literal, ini berarti bahwa jika kamu tidak melakukan sesuatu, maka bisa dipastikan bahwa akibatnya tidak baik. Dengan kata lain, kamu harus melakukannya. Namun tata bahasa ini sering dipakai bahkan untuk hal-hal yang bukan sebab akibat alami karena polanya lebih singkat dan mudah dibandingkan dua tata bahasa lainnya.
(1) 毎日学校に行かないとだめです。- Harus pergi ke sekolah setiap hari.
(2) 宿題をしないといけない。- Harus mengerjakan PR.
● Cara ketiga mirip dengan cara kedua, hanya saja kita menggunakan jenis pengandaian yang lain. Dengan pengandaian 「ば」, tata bahasa ini bisa digunakan di lebih banyak situasi. Perhatikan bahwa karena verbanya selalu negatif, untuk pengandaian 「ば」 kita akan selalu membuang 「い」 di akhir dan menambahkan 「ければ」.
(1) 毎日学校に行かなければいけません。 - Harus pergi ke sekolah setiap hari.
(2) 宿題をしなければだめだった。- Harus mengerjakan PR.
Mungkin sepertinya saya mencekoki terlalu banyak materi karena ada tiga tata bahasa dan 「だめ/いけない/ならない」 sehingga kombinasinya ada sembilan (3x3). Tapi sebetulnya beberapa kombinasi lebih umum dibanding lainnya walaupun hal tersebut tidak saya bahas secara eksplisit. Ini karena semua kombinasi tersebut secara teknis benar, dan pada tahap ini menganalisis perbedaan halusnya atau gaya bahasa yang paling umum hanya akan menambah beban. Lalu terakhir perhatikan bahwa sebetulnya tidak ada konjugasi baru di sini. Kita telah mempelajari pengandaian di bab sebelumnya dan juga bentuk-te yang ditambah partikel wa di awal bab ini.
Orang-orang Jepang juga tentunya berpikir sama, sehingga mereka biasanya menggunakan versi pendek dari 「なくては」 dan 「なければ」 di pembicaraan santai. Guru-guru biasanya ragu untuk mengajarkannya karena mereka terlalu mudah dipakai sehingga ditakutkan akan dipakai pada situasi yang tidak tepat. Tapi di lain sisi, kalau kamu tidak belajar gaya bahasa santai ini maka kamu akan kesulitan memahami teman-teman Jepangmu (atau orang-orang yang seharusnya bisa jadi temanmu, kalau saja bahasamu tidak terlalu kaku!). Jadi inilah mereka, namun ingat bahwa kamu juga harus mahir dengar versi panjangnya sehingga bisa menggunakannya di situasi-situasi yang memerlukannya.
Mungkin kamu barusan berpikir "Apa???" karena "singkatannya" tidak jauh beda dengan yang diganti. Hanya saja, rahasinya adalah bahwa setelah menggunakan singkatan ini kamu tidak perlu menambahkan 「だめ/いけない/ならない」 di akhir! Akhiran tersebut otomatis akan dimengerti oleh lawan bicara walaupun tidak disebutkan.
(1) 勉強しなくちゃ。 - Harus belajar.
(2) ご飯を食べなきゃ。 - Harus makan.
Pengandaian 「と」 juga bisa digunakan sendirian, dengan 「だめ/いけない/ならない」 otomatis dimengerti.
(1) 学校に行かないと。 - Harus pergi ke sekolah.
Ada penyingkatan 「ちゃ」 lain untuk hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Namun dalam kasus ini kamu tidak bisa membuang 「だめ/いけない/ならない」. Karena ini adalah penyingkatan santai, yang umum dipakai adalah 「だめ」.
Satu perbedaan penting di bentuk santai ini adalah bahwa verba yang diakhiri 「む」、「ぶ」、 dan 「ぬ」 menggunakan 「じゃ」, bukan 「ちゃ」. Dengan kata lain, ini berlaku untuk verba yang diakhiri 「んだ」 pada bentuk lampaunya sebagaimana dijelaskan pada tabel berikut.
(1) ここに入っちゃだめだよ。 - Kamu nggak boleh masuk ke sini.
(2) 死んじゃだめだよ! - Jangan mati!
Sebagai catatan terakhir, 「ちゃ」 terdengar agak imut atau kecewek-cewekan. Ini mirip seperti suara pada akhiran 「ちゃん」 kan? 「なくちゃ」 juga terdengar agak imut atau kekanak-kanakan.
Dengan menggunakan bentuk-te dan partikel 「も」, kamu pada intinya mengatakan "Kalaupun kamu melakukan X..." Kata yang umum mengikutinya misalnya 「いい」, 「大丈夫」, atau 「構わない」. Beberapa contoh akan mengilustrasikan hal tersebut.
(1) 全部食べてもいいよ。- Silahkan makan semuanya. (lit: Kalapun kamu makan semuanya, keadaan akan baik-baik saja kok.)
(2) 全部食べなくてもいいよ。- Kamu tidak harus makan semuanya. (lit: Kalaupun kamu tidak makan semuanya, keadaan akan baik-baik saja kok.)
(3) 全部飲んでも大丈夫だよ。- Kamu boleh minum semuanya. (lit: Kalaupun kamu minum semuanya, keadaan akan OK-OK saja kok.)
(4) 全部飲んでも構わないよ。- Silahkan minum semuanya. (lit: Kalaupun kamu minum semuanya, buat saya tidak masalah kok.)
Di percakapan santai, 「~てもいい」 kadang disingkat menjadi 「~ていい」 saja.
(1) もう帰っていい?- Aku udah boleh pulang belum sekarang?
(2) これ、ちょっと見ていい?- Boleh liat ini bentar nggak?