| ← Bab Sebelumnya (Mencoba atau mengusahakan sesuatu) | | Daftar Isi | | Bab Berikutnya (Membuat permintaan) → |
(1) 私が友達にプレゼントをあげた。
- Saya memberi hadiah ke teman.
(2) これは先生にあげる。
- Saya akan memberi ini ke guru.
Untuk menyatakan bahwa kamu melakukan suatu aksi (verba) demi orang lain, kamu harus menggunakan bentuk-te lalu menempelkan 「あげる」. Pembentukan ini juga berlaku untuk bagian lain di bab ini.
(1) 車を買ってあげるよ。
- Aku akan melakukan kebaikan yaitu membelikan mobil untukmu. (= aku akan membelikan mobil untukmu)
(2) 代わりに行ってあげる。
- Aku akan melakukan kebaikan yaitu pergi menggantikan kamu.
Kalau mendeskripsikan aksi orang ketiga, verba ini digunakan saat pembicara ingin menceritakan situasinya dari sudut pandang sang pemberi. Kita akan lihat signifikansi hal ini saat nanti mempelajari verba 「くれる」.
(1) 学生がこれを先生にあげる。
- Sang murid memberi ini ke guru. (mendeskripsikan situasinya seakan-akan pembicara adalah sang murid)
(2) 友達が父にいいことを教えてあげた。
- Teman melakukan kebaikan memberi tahu hal bagus ke ayah saya. (melihat situasi dari sudut pandang sang teman)
(1) 犬に餌をやった? - Apakah kamu sudah memberi makan ke anjing?
Di sini, 「やる」 tidak berarti "melakukan" namun "memberi". Ini seharusnya jelas, karena "melakukan makanan ke anjing" sama sekali tidak masuk akal.
(1) 友達が私にプレゼントをくれた。
- Teman memberi hadiah ke saya.
(2) これは、先生がくれた。
- Guru memberi ini ke saya.
(3) 車を買ってくれるの?
- (Apakah benar) kamu akan melakukan kebaikan membelikan mobil untukku? (の di sini meminta penjelasan atau konfirmasi hal tersebut)
(4) 代わりに行ってくれる?
- Akankah kamu melakukan kebaikan menggantikanku pergi?
Perhatikan bahwa contoh terakhir sebetulnya memuat arti permintaan tersirat, jadi pada bahasa Indonesia normal maksudnya sebenarnya adalah "Maukah kamu pergi menggantikanku?" Ini akan dibahas lebih lanjut belakangan. Lalu perhatikan keunikan bahasa Jepang di sini, yaitu dengan menggunakan くれる kita tidak perlu lagi eksplisit menyebutkan "aku" dan "kamu" di kalimatnya.
Saat membicarakan orang ketiga, pembicara menggambarkan situasinya dari sudut pandang sang penerima dan bukan sang pemberi.
(1) 先生がこれを学生にくれる。
- Sang guru memberi ini ke murid. (melihat situasi dari sudut pandang murid)
(2) 友達が父にいいことを教えてくれた。
- Teman melakukan kebaikan memberi tahu hal bagus ke ayah saya. (melihat situasi dari sudut pandang ayah)

Dari sudut pandang pembicara, aksi memberi ke orang lain menuju "ke atas", sedangkan aksi memberi orang lain pada dirinya menuju "ke bawah". Ini mungkin berhubungan dengan verba 「上げる」 yang berarti "menaikkan" dan menggunakan huruf kanji "atas" (上) dan versi hormat 「くれる」 yaitu 「下さる」 dengan huruf kanji "bawah" (下). Sifat ini memungkinkan kita membuat kesimpulan dari kalimat-kalimat yang informasinya sangat minim seperti berikut:
(1) 先生が教えてあげるんですか。
- Guru, apakah anda yang akan melakukan kebaikan mengajar... [siapapun selain pembicara]?
Karena semua pemberian untuk pembicara harus menggunakan 「くれる」, kita bisa tahu bahwa sang guru pasti melakukannya untuk orang lain dan bukan mengajari pembicara. Lalu sang pembicara juga melihatnya dari sudut pandang sang guru yang melakukan kebaikan demi orang lain.
(2) 先生が教えてくれるんですか。
- Guru, apakah anda yang akan melakukan kebaikan mengajar... [orang lain, bisa termasuk pembicara]?
Karena pemberinya bukan pembicara, guru tersebut melakukan kebaikan mengajar untuk pembicara, atau mungkin orang lain. Pembicara menggambarkan situasinya dari sudut pandang penerima yang menerima kebaikan hati sang guru.
Mari kita perhatikan beberapa kesalahan penggunaan.
(誤) 私が全部食べてくれました。- Di sini 「くれる」 digunakan untuk aksi yang dilakukan pembicara. (SALAH)
(正) 私が全部食べてあげました。- Saya melakukan kebaikan memakan semuanya. (Benar)
(誤) 友達がプレゼントを私にあげた。- Di sini 「あげる」 digunakan untuk aksi memberi orang lain kepada pembicara. (SALAH)
(正) 友達がプレゼントを私にくれた。- Teman memberi hadiah ke saya. (Benar)
(1) 私が友達にプレゼントをもらった。
- Saya menerima hadiah dari teman.
(2) 友達からプレゼントをもらった。
- Saya menerima hadiah dari teman.
(3) これは友達に買ってもらった。
- Mengenai ini, menerima kebaikan membeli dari teman. (teman membelikan ini untuk saya)
(4) 宿題をチェックしてもらいたかったけど、時間がなくて無理だった。
- Aku ingin menerima kebaikan memeriksa PR tapi tidak ada waktu sehingga tidak mungkin. (aku ingin dia memeriksa PR ini demi aku...)
「もらう」 dilihat dari sudut pandang penerima, jadi dalam kasus orang pertama, biasanya orang lain tidak menerima benda dari kamu. Tapi kamu tetap saja bisa menggunakan 「私からもらう」 saat kamu ingin menekankan fakta bahwa orang lain menerimanya dari kamu. Sebagai contoh, kalau kamu ingin mengatakan, "Hey, aku memberi kamu itu!" kamu akan menggunakan 「あげる」. Namun, kamu akan menggunakan 「もらう」 kalau ingin mengatakan, "Hey, kamu mendapatkannya dari aku!"
(5) その時計は私からもらったのよ。
- [Dia] mendapat jam itu dari saya.
(1) 千円を貸してくれる?
- Akankah kamu melakukan kebaikan meminjamkan 1000 yen? (maukah kamu meminjamkanku 1000 yen?)
(2) 千円を貸してもらえる?
- Bisakah aku menerima kebaikanmu meminjamkan 1000 yen? (maukah kamu meminjamkanku 1000 yen?)
Perhatikan bahwa pada dasarnya kedua kalimat ini maksudnya sama. Ini karena pemberi dan penerimanya tidak dituliskan. Kalau kamu ingin menuliskan semua pelakunya, maka hasilnya menjadi kalimat panjang berikut:
(1) あなたが、私に千円を貸してくれる?
- Akankah kamu melakukan kebaikan meminjamkan 1000 yen?
(2) 私が、あなたに千円を貸してもらえる?
- Bisakah aku menerima kebaikanmu meminjamkan 1000 yen?
Saat berbicara dengan orang lain, menyebutkan pelakunya secara eksplisit seperti ini tidaklah normal. Contoh di atas diberikan hanya agar kamu bisa melihat bagaimana subjek dan targetnya berubah mengikuti verba yang digunakan yaitu 「くれる」 atau 「もらえる」.
Kamu bisa menggunakan bentuk negatifnya untuk membuat permintaannya sedikit lebih halus. Teknik seperti ini juga berlaku di banyak tata bahasa lainnya.
(1) ちょっと静かにしてくれない?
- Tidak bisakah kamu sedikit lebih tenang?
(2) 漢字を書いてもらえませんか。
- Bisakah kamu menuliskan kanji untuk saya?
Untuk meminta agar orang lain tidak melakukan seuatu, kamu tinggal menempelkan 「で」 ke bentuk negatif verbanya lalu sisanya sama seperti sebelumnya.
(1) 全部食べないでくれますか。
- Bisakah tidak makan semuanya?
(2) 高い物を買わないでくれる?
- Bisakah kamu tidak membeli barang-barang mahal?