| ← Bab Sebelumnya (Menggunakan になる + にする) | | Daftar Isi | | Bab Berikutnya (Menyatakan "harus") → |
(1) ボールを落すと落ちる。
- Jika kamu menjatuhkan bola, (bola tersebut) akan jatuh.
(2) 電気を消すと暗くなる。
- Jika kamu mematikan lampu, akan menjadi gelap.
Contoh-contoh di atas dipilih untuk menunjukkan bahwa 「と」 menyatakan sebab akibat alami. Tetapi, kalaupun pernyataannya bukan hukum alam, 「と」 tetap bisa digunakan untuk memberitahu pendengar bahwa bagaimanapun juga itulah hasil yang diharapkan terjadi.
(1) 学校に行かないと友達と会えないよ。
- Jika kamu tidak pergi ke sekolah, kamu tidak bisa bertemu teman-teman.
(2) たくさん食べると太るよ。
- Jika kamu banyak makan, kamu pasti akan menjadi gemuk loh.
(3) 先生だと、きっと年上なんじゃないですか?
- Jika dia guru, pasti dia lebih tua kan?
Penggunaan pengandaian 「と」 di sini secara implisit menyampaikan maksud "pasti terjadi" yang ada di pikiran pembicara. Pembicara berusaha menyampaikan kepada pendengar bahwa rantai sebab-akibatnya pasti benar, bagaimanapun keadaannya.
Di contoh terakhir, kamu bisa melihat bahwa jika [Sebab]-nya adalah keadaan benda, maka dia harus diikuti 「だ」 secara eksplisit. Sebagaimana kamu ketahui, ini berlaku untuk semua nomina dan adjektiva-na yang tidak terkonjugasi. Gunanya adalah untuk membedakannya dengan penggunaan lain 「と」:
(1) 先生と行く。
- Pergi bersama guru.
(2) 先生だと行く。
- Jika guru, pasti pergi.
Pada dasarnya, kamu menjelaskan apa yang akan terjadi jika suatu kondisi dipenuhi. Ini sama saja mengatakan "Pada kasus tertentu, maka ini yang akan terjadi". Kita akan menggunakan terjemahan literal "Jika kasusnya" untuk menunjukkan cara berpikir ini.
「なら」 ditempelkan pada konteks pengandaiannya. Polanya mirip pengandaian 「と」, hanya saja jangan gunakan deklaratif 「だ」.
(1) みんなが行くなら私も行く。
- Jika kasusnya adalah semua pergi, maka saya juga akan pergi.
(2) リナさんが言うなら問題ないよ。
- Jika kasusnya adalah bahwa Rina mengatakan begitu, maka tidak ada masalah.
リナ) 図書館はどこですか。
- Perpustakaan ada di mana?
ジャヤ) 図書館なら、あそこです。
- Jika yang sedang kamu bicarakan adalah perpustakaan, maka ada di sana.
Contoh berikut salah.
(誤) 図書館だならあそこです。
Kamu juga bisa menggunakan 「ならば」 dan bukan 「なら」. Artinya sama saja, tetapi rasanya sedikit lebih formal.
(1) 友達に会えれば、買い物に行きます。
- Jika saya bisa bertemu teman, kami akan pergi belanja.
(2) お金があればいいね。
- Jika saya punya uang, enak ya...
(3) 楽しければ、私も行く。
- Jika menyenangkan, saya juga akan pergi.
(4) 楽しくなければ、私も行かない。
- Jika tidak menyenangkan, saya juga tidak akan pergi.
(5) 食べなければ病気になるよ。
- Jika tidak makan, kamu akan sakit loh.
(1) 暇だったら、遊びに行くよ。
- Kalau aku kosong, aku akan pergi main.
(2) 学生だったら、学生割引で買えます。
- Jika kamu murid, kamu bisa membelinya dengan diskon siswa.
Untuk adjektiva-i dan verba, sangatlah susah untuk membedakan kedua jenis pengandaian ini, dan akan lebih mudah bagi kamu untuk menganggapnya sama. Tapi kalau kamu memaksa ingin tahu bedanya, saya menemukan penjelasan di web yang sesuai dengan pemahaman saya. Ini teks aslinya. Intinya, pengandaian 「たら」 menekankan pada apa yang terjadi setelah kondisi awalnya. Inilah asalan lain saya menyebutnya pengandaian lampau, karena kondisinya telah berada di bentuk lampau (hanya konjugasinya saja tapi, tidak artinya). Jadi ini berarti kita lebih tertarik pada hasilnya, bukan pada kondisinya. Di lain sisi, pengandaian 「ば」 menekankan bagian kondisinya.
Mari bandingkan beda nuansanya.
(A) 友達に会えれば、買い物に行きます。- Kita akan pergi belanja, kalau bisa ketemu teman.
(B) 友達に会えたら、買い物に行きます。- Kalau bisa ketemu teman, kita akan pergi belanja.
(A) お金があればいいね。- Asyiknya, kalau punya uang...
(B) お金があったらいいね。- Kalau punya uang, asyiknya...
Dari konteksnya, sepertinya bentuk 「~たら」 terdengar lebih alami pada kedua contoh di atas karena kita tidak memfokuskan pada kondisinya. Normalnya kita lebih tertarik pada apa yang akan terjadi setelah bertemu teman atau setelah punya uang.
Pengandaian lampau adalah satu-satunya bentuk yang membolehkan hasilnya sudah terjadi di masa lalu. Mungkin aneh mengatakan "jika" kalau hasilnya sudah terjadi. Dan memang, pada penggunaan ini sebetulnya maksudnya bukanlah "jika", namun hanyalah salah satu cara untuk menyampaikan keterkejutan pada keadaan hasilnya. Ini sebetulnya bukan pengandaian, tetapi karena konjugasinya persis sama maka sekalian saja saya bahas di sini.
(1) 家に帰ったら、誰もいなかった。
- Saat aku pulang ke rumah, tidak ada siapa-siapa. (hasil yang tidak diduga)
(2) アメリカに行ったら、たくさん太りました。
- Sebagai akibat pergi ke Amerika, saya menjadi sangat gemuk. (hasil yang tidak diduga)
Kamu juga bisa menggunakan 「たらば」 dan bukan 「たら」. Sama seperti 「ならば」, artinya persis sama tetapi terdengar lebih formal.
(1) もしよかったら、映画を観に行きますか?
- Mungkin kemungkinannya satu banding seribu, tapi jika kamu OK, maukah menonton film?
(2) もし時間がないなら、明日でもいいよ。
- Jika kasusnya tidak ada waktu, besok juga bisa. (Kurang tahu apakah sebetulnya ada waktu atau tidak)